Informasi Pendidikan Indonesia

Friday, November 27, 2015

5 Tips Sukses Menghadapi UN

Beberapa tahun terakhir UN (Ujian Nasional) menjadi semacam momok menakutkan bagi sebagian siswa. Apalagi UN dijadikan sebagai penentu kelululusan. Syukurlah tahun kemarin dan tahun ini UN (hanya) dijadikan syarat kelulusan. Maksudnya, yang penting ikut UN, mau nilainya berapapun. Toh yang menentukan lulus tidaknya adalah sekolah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jika nilai di bawah standar, maka tidak lulus.

Meski begitu UN masih sangat penting. Salah satunya menjadi pertimbangan masuk Perguruan Tinggi negeri. Selain itu, kan tengsin abis kalau lihat nilai UN di ijazah merah semua, do re mi (1,2,3,4,5). Bikin malu kan? Karena itu mari berjuang dapat nilai yang maksimal.

5 Tips Sukses Menghadapi UN:

1. Kuatkan Niat

Kuatkan Niat

Segala sesuatu ditentuakan niat. Niat yang baik dan benarlah yang akan mendatangkan kebaikan. Begitu halnya dalam UN ini, niat memegang peranan yang vital. Karenanya, mari kita niatkan UN ini sebagai ajang mengasah kompetensi, bukan sekedar sarana mencari nilai A, B, dll. UN ini adalah wasilah kita mengukur diri, mengevaluasi kinerja belajar. Apabila niat kita jelas, bukan sekadar mencari nilai, namun bagian dari mencari ilmu, maka dalam pelaksanaanya pun kita akan berusaha semaksimal mungkin. Tentu dengan cara-cara yang fair. Nilai yang bagus adalah buah dari perjuangan. Sebaliknya jika niat utama kita hanya demi mendapat nilai yang bagus, bisa jadi, pada pelaksanaanya kita mengahalalkan segala cara. Kebiasaan mencontek, salah satu penyebabnya adalah salah niat dalam menghadapi ujian.

2. Ubah Paradigma
Ubah Paradigma

Yups. Ini penting sahabat. Bisa jadi yang membuat kita “ngeri” menghadapi UN adalah karena cara pandang kita yang salah mengenai ujian. Ujian dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan, padahal sejatinya ujian adalah sesuatu yang menyenangkan. Menyenangkan? Ya. Begini. Bukankah kita tahu bahwa ujian diadakan, adalah bagian dari proses “kenaikan” derajat. Karena ujianlah, kita akhirnya, misal dari semester 2, berhak “naik” ke semester 3. Dari tingkat 3 ke tingat 4. Bukan begitu? Jika tak ada ujian, maka kenaikan “kelas” itu sebuah kemustahilan. Ujian adalah bagian dari proses menaikan “martabat” kita. So… Enjoy saja.

3. Strategi Belajar
Buat Strategi Belajar yang Jitu

Setiap orang punya gaya masing-masing. Ada yang suka belajar sambil mendengarkan musik, ada yang malah suka di tempat hening, ada juga yang suka membuat ringkasan (tapi bukan buat contekan, lho.) Nah, berikut kami akan sampaikan tips jitu belajar (hasil sharing dengan beberapa orang).
  • Buat catatan-catatan kecil perihal poin-poin pentingnya materi yang diajarkan. Dengan menyalin materi ingatan kita akan lebih kuat. Sebuah penelitian menguatkan pendapat itu, ketika kita menulis sejatinya kita juga sedang menajamkan ingatan (hafalan)
  • Buat simulasi UN. Maksudnya, kita coba buat misal 25 soal dari buku/modul yang diajarkan. Soal itu kita buat dan jawab sendiri. Berdasar pengalaman beberapa orang tips itu cukup efektif.
  • Belajar dari jauh-jauh hari. Perlahan, mencicil sedikit demi sedikit. Jangan biasakan SKS (sistem kebut semalam). Belajar SKS itu kurang efektif karena otak kita akan terlalu terforsir sehingga pada gilirannya, memorinya akan cepat ‘penuh dan panas’ malah mungkin saja “heng”
  • Seringkan diskusi dengan teman sebaya. Ulas materi bersama-sama. Juga dengan kakak tingkat. Tanyakan karakteristik soal yang dibuat dosen. Kakak tingkat biasanya punya pengalaman lebih
  • Inti dari kiat ini adalah: belajar senyaman mungkin. Sesuaikan dengan gaya (style) yang cocok dengan kita. Selanjutnya membaca sebanyak mungkin. Satu lagi, benahi niat dalam belajar. Belajar bukan sekedar agar nilai UN bagus, namun lebih dari itu belajar agar kita pintar.
4. Jaga Kondisi Badan
Jaga Kondisi Badan

Nah ini juga penting. Jangan samapai saking semangatnya belajar kita mengabaikan kesehatan. Bergadang sampai larut malam, lupa makan, dll. Sebaiknya dihidari. Kita belajar se-enjoy- mungkin. Jangan sampai jenuh. Di sela-sela belajar itu cobalah relaksasi.

5. Berdoa
Berdoa

Aspek ini, tak boleh terabaikan. Manusia adalah makhluk lemah, bodoh, dan banyak kekurangan. Karenannya kita memohon padaNya supaya dimudahkan. Setelah genap seluruh ikhtiari, selanjutnya adalah tawakal pada Ilahi. Selain doa diri sendiri, juga minta didoakan oleh orang tua. Hubungi mereka, request doa terkusyu keduanya. InsyaAllah mustajab.

Demikanlah beberapa kiat menghadapi UN. Sebenarnya masih banyak kiat lainnya, namun kiranya kiat-kiat di atas cukup mewakili. Semoga kika bisa meraih hasil yang memuaskan. Kita sendirilah sejatinya yang merancang kesuksesan itu. Masalahnya kita mau atau tidak? Harus Mau!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : 5 Tips Sukses Menghadapi UN

0 komentar:

Post a Comment