Monday, November 16, 2015

Nasib Guru Honorer Semakin Tidak Jelas Untuk Diangkat Jadi CPNS

Wacana pengangkatan Guru Honorer setelah ribuan guru datang ke Jakarta menuntut  diangkat CPNS menjadi semakin tidak jelas atau suram. Guru honorer ada yang menyuarakan diangkat CPNS tanpa tes. Namum Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Crisnandi tidak gegabah menanggapi tuntutan guru honorer untuk diangkat menjadi CPNS. Beliau akan membahasnya bersama DPR untuk mendapatkan anggaran bagi calon guru yang diangkat CPNS.

Nasib Guru Honorer Semakin Tidak Jelas Untuk Diangkat Jadi CPNS

Kabar terakhir yang berhembus, DPR menolah anggaran untuk pengangkatan CPNS guru honorer tahun 2015. Rasanya ini bertolak belakang dengan kepentingan DPR itu sendiri yang anggaran pembangunan gedung baru telah disetuji menteri keuangan. Tidak cukup sampai disitu, pendataan pengangkatan guru honorer banyak yang tidak dilaporkan ke Dinas Pendidikan setempat sehingga banyak diantara mereka yang tidak terdata.

Baca: Guru Honorer Gigit Jari Batal Diangkat CPNS 2016, Anggarannya Ditolak DPR

Pemerintah harus melakukan pendataan terhadap jumlah guru honorer yang mengajar di sekolah-sekolah seluruh Indonesia sebagai bahan kebijakan bidang pendidikan. Hal ini dikatakan Akademisi Universitas Negeri Medan Mutsohito Solin. Masalah pengangkatan guru honorer itu juga terjadi di berbagai provinisi, dan termasuk di Sumatera Utara (Sumut) yang tidak jelas dan sampai saat ini tidak terdata secara jelas.

Jumlah guru honorer pun juga mengalami kesimpang siuran dan tidak jelas, serta tidak adanya koordinasi antara Yayasan Sekolah Swasta, Sekolah Negeri dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota maupun Provinsi. Selama ini banyak guru-guru honorer belum terdata secara resmi pada Diknas di kabupaten/kota maupun provinsi, sehingga menyulitkan dalam merumuskan banyak kebijakan.

Diberitakan sebelumnya, Menteri PAN-RB menyatakan pemerintah siap mengangkat seluruh tenaga honorer Kategori 2 untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara bertahap melalui verifikasi. Pemerintah hanya membutuhkan anggaran sebesar Rp118 miliar untuk mengangkat guru honorer yang jumlahnya sebanyak 439.956 orang selama empat tahun, yakni periode 2016 sampai 2019.


EmoticonEmoticon