Monday, November 30, 2015

Saat Guru Tak Lagi Dihormati

Dalam dunia pendidikan guru dan siswa merupakan kunci dari kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Sekolah memiliki murid tapi tidak memiliki guru, apakah KBM dapat berlangsung?. Tentu tidakkan?! Begitu juga sebaliknya sekolah memiliki guru, gedung dan segala sarana dan prasarana tetapi tidak memilik murid, KBM tidak dapat berlangsung. Karena guru dan siswa saling berkesinambungan.

Guru merupakan model, model yang siap untuk ditiru oleh murid-muridnya. Dalam kegiatan KBM berlangsung, sering juga terjadi perbedaan pendapat antara guru dan murid, terkadang sampai ada kekerasan yang terjadi. Biasanya murid sering kali menjadi korban kekerasan tersebut. Tapi apakah kita tahu alasan sebenarnya terjadi hal-hal tersebut?

Saat Guru Tak Lagi Dihormati

Kebanyakan dari kita menyalahkan gurulah yang salah, tetapi perlu kita ketahui bahwa setiap guru bisa menghadapi lebih dari 10 karakter murid karena karakter setiap anak yang di jumpai berbeda-beda. Saat guru sudah kelelahan dan kehilangan kesabaran menghadapi dengan berbagai macam cara halus untuk mendidik murid yang karakternya pelawan, nyolot, ngomong kasar dan menginjak-injak harga diri guru, main tanganpun terjadi dan pihak guru selalu disalahkan orang tua yang tidak tahu apa-apa tentang kebenaran anaknya di sekolah bagaimana dan membela anaknya mati-matian. Sampai melaporkan kepihak berwajib, sehingga sekolah tercemar nama baiknya dan guru guru pun dipecat.

Lalu bagaimana apabila guru tidak melakukan apa-apa atau tidak bertindak dalam menghadapi karakter murid seperti itu? Guru semakin tidak dihormati, sekolah semakin hancur. Lalu tindakan apakah yang harus dilakukan oleh guru untuk menghadapi karakter murid yang minus tersebut? Akan jadi apakah penerus masa depan kita?


EmoticonEmoticon