Monday, November 30, 2015

Tips Membuat Jadwal Belajar Yang Baik dan Efisien

Mengatur waktu antara belajar dengan kegiatan di luar sekolah bukanlah satu perkara yang mudah. Banyak siswa yang merasa kewalahan dalam mengelola waktu yang ujungnya membuat mereka terlena. Apalagi, bagi siswa yang hendak mempersiapkan diri menjelang ujian SBMPTN dimana masa depan sangat tergantung dari kemampuan siswa dalam membagi waktu. Jika tidak, maka kesempatan berikutnya menjadi pilihan yang mau tak mau harus dihadapi.

Tips Membuat Jadwal Belajar Yang Baik dan Efisien

Meski demikian, bukan berarti hal ini sulit untuk dilakukan karena sebenarnya ada beberapa kiat yang sederhana namun memberi manfaat yang maksimal. Walau tidak dipungkiri, akan banyak kesulitan yang dialami saat memulainya.

Satu hal yang perlu diketahui adalah waktu bagi setiap orang adalah sama. Artinya, setiap siswa diberi waktu hanya 24 jam sehari dan tidak bisa ditambah hingga 30 jam perhari. Tentunya, waktu ini haruslah digunakan dengan sebaik baiknya terutama dalam menghadapi ujian SBMPTN atau pun belajar agar segalanya tidak menjadi sia sia. Berikut ini strategi mengalokasikan waktu dengan tepat seperti :

1. Membuat Kalender Semester
Di awal sekolah, sudah seharusnya siswa memiliki kalender pendidikan yang bisa diminta ke pihak sekolah atau guru. Tujuannya adalah agar bisa menata waktu dengan baik dan menyesuaikan dengan kegiatan di luar sekolah. Dengan mengetahui secara keseluruhan jadwal pendidikan, maka pengaturan waktu akan semakin mudah.

Langkah awalnya adalah mencatat kapan tanggal ujian, kemudian mencatat kegiatan sekolah hingga ekstra sekolah. Dengan begitu, akan diketahui waktu ‘kosong’ yang bisa dimanfaatkan untuk aktifitas lainnya.

2. Membuat Jadwal Kegiatan Mingguan
Jadwal ini harus dibuat setiap minggunya agar kedepannya sudah bisa mengalokasikan waktu yang disesuaikan dengan kalender pendidikan tadi. Bisa saja terjadi perubahan di minggu minggu berikutnya namun setidaknya siswa sudah memiliki pola untuk menata ulang kembali jadwal.

Langkah awalnya cukup mudah yaitu memasukkan hal apa yang harus dikerjakan selama satu minggu tersebut. Seperti memeriksa catatan sekolah dari minggu sebelumnya apakah perlu menambahkan kegiatan belajar lainnya atau tidak. Jika perlu, tambahkan kegiatan ekstra saat waktu di minggu tersebut lebih banyak luang.

Namun, satu hal yang penting adalah memasukkan waktu kapan harus menyelesaikan proyek atau tugas terutama saat menghadapi ujian. Waktu ini bisa disesuaikan dengan kondisi atau jadwal sebelumnya seperti di hari sekolah atau setelah pulang sekolah. Apakah pagi hari, sore hari atau akhir minggu.

3. Membuat Jadwal Harian
Membuat jadwal harian memastikan kegiatan yang dilakukan akan lebih terjadwal dibandingkan dengan mereka yang tidak membuatnya. Dengan begitu, segala tugas maupun kegiatan akan lebih tersusun dan tidak banyak menghabiskan waktu. Bahkan, bukan tidak mungkin memiliki waktu istirahat yang cukup namun segala pekerjaan sudah selesai.

Bagi mereka yang mengambil bagian di bimbingan belajar untuk menghadapi ujian SBMPTN, pastinya sudah tidak asing lagi dengan pembagian waktu tersebut. Memecah jadwal dari yang berskala besar dalam bentuk harian akan lebih membuat pikiran mudah konsentrasi dan fokus.

Begitu juga saat membahas soal dimana pola atau pendekatan dalam menjawab sudah terjabarkan melalui bimbingan ini. Bukan tidak mungkin, pola yang tadinya sulit dilakukan di awal akan menjadi kebiasaan yang baik terutama saat kuliah nanti. Dimana sistem pembelajaran yang berbeda saat sekolah menuntut mahasiswa untuk lebih aktif terutama dalam membagi waktu baik untuk kegiatan sosial maupun mengerjakan tugas pada mata kuliah yang diambil.


EmoticonEmoticon