Monday, December 7, 2015

Bunyi Hukum Mestakung (Semesta Mendukung)

Tahukah Anda bahwa Indonesia juga mempunyai ahli fisika yang cukup diakui dunia yaitu Yohanes Surya. Selama ini hukum dasar fisika yang banyak dipelajari berasal dari negara asing, namun Yohanes Surya juga menciptakan hukum Mestakung (Semesta Mendukung). Penasaran seperti apa bunyi hukum Mestakung, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Bunyi Hukum Mestakung (Semesta Mendukung)

Mestakung (Semesta Mendukung) merupakan hukum alam dimana ketika suatu individu atau kelompok  berada pada kondisi kritis maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu disekitar dia) akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis.

Ada 3 hukum Mestakung yaitu:
  1. Dalam setiap kondisi kritis ada jalan keluar
  2. Ketika seorang melangkah, ia akan melihat jalan keluar
  3. Ketika seorang tekun melangkah, ia akan mengalami mestakung.
Penjelasan hukum 1
Telah kita lihat  dalam berbagai contoh di atas bahwa pada setiap kondisi kritis pasti ada jalan untuk keluar dari kondisi kritis itu. Semua agama mengajarkan bahwa kalau kita berada dalam kondisi kritis jangan menyerah, Tuhan Yang Maha Kuasa sudah menyediakan jalan keluar.

Ada dua jenis kondisi kritis: kondisi kritis sekarang  dan kondisi kritis yang diciptakan.

Kondisi kritis sekarang maksudnya adalah kondisi kritis yang sedang dialami atau sedang menimpa saat ini. Misalnya pada contoh diatas  angsa yang sedang menghadapi musim dingin ataupun orang yang sedang dikejar anjing. Contoh lain adalah  mereka yang sedang sakit, atau menghadapi masalah keluarga, masalah bisnis (hutang yang tidak terbayar) atau masalah apapun juga. Hukum ini mengatakan bahwa pada masalah-masalah ini ada jalan keluar. Jadi jangan takut, percayalah bahwa telah tersedia jalan keluar.

Kondisi kritis yang diciptakan adalah kondisi kritis yang kita buat sendiri. Misalnya pada contoh diatas adalah tentang pasir yang dituangkan membentuk bukit pasir ataupun air yang dibuat pada keadaan kritis. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menciptakan kondisi kritis yaitu dengan keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) kita. Kita bisa membuat target-target yang tinggi misalnya penghasilan yang dua kali lipat lebih besar, juara dalam pertandingan tingkat dunia, membangun gereja besar, mengerti suatu hukum alam, menjadi peraih Nobel, mempunyai keluarga yang sejahtera, mendirikan sekolah ataupun mendirikan rumah sakit. Bagi mereka yang menginginkan suatu perubahan, ciptakanlah kondisi kondisi kritis berupa target-target yang tinggi.  

Penjelasan hukum 2
Kalau kita mau melihat jalan keluar dari kondisi kritis, kita harus melangkah yaitu dengan membuat strategi untuk menyelesaikan masalah itu, rajin bertanya pada banyak orang, meminta bantuan dan nasehat orang bijak, sharing (bercerita) pada orang disekitar kita, membaca buku dan literatur, belajar dari orang yang berhasil keluar dari kondisi yang mirip, berlatih keras, ataupun merenung sambil berpikir.

Ketika kita melangkah inilah kita akan melihat titik-titik terang berupa pemecahan masalah.  Magnet pada kondisi kritis tidak mungkin kehilangan kemagnetannya kalau kita tidak menaikan suhunya. Suatu bahan superkonduktor yang berada pada suhu kritis tidak akan menjadi superkonduktor jika suhunya tidak diturunkan sedikit lagi. Angsa-angsa tidak mungkin keluar dari kondisi kritisnya jika ia tidak bertemu dengan angsa-angsa lain untuk terbang bersama. Orang yang dikejar anjing tidak mungkin lepas dari gigitan anjing jika tidak melangkah lari. Seorang yang ingin jadi presiden tidak mungkin bisa jadi presiden jika tidak membuat strategi kesana. Seorang yang ingin sembuh tidak mungkin sembuh jika tidak mencari jalan atau nasehat orang-orang yang sebelumnya pernah mengalami hal yang sama.

Penjelasan hukum 3
Pada kondisi kritis, ketika kita terus melangkah dan melangkah dengan tekun, maka kita akan melihat mestakung, semesta mendukung kita untuk keluar dari kondisi kritis. Tuhan telah menciptakan semesta untuk kita keluar dari kondisi kritis ini. Mestakung hanya bekerja ketika kita tekun. Sel-sel orang yang dikejar anjing tidak mungkin menghasilkan energi yang lebih jika orang itu tidak tekun berlari dan berlari. Seorang Jonathan Pradhana Mailoa tidak mungkin jadi absolute winner olimpiade fisika ke 38 di Singapura jika tidak tekun berlatih dan berlatih (ketika berlatih dan berlatih keras inilah semesta mendukung, para pelatih terdorong untuk memberikan buku dan materi yang tepat, para sponsor terdorong untuk memberikan dana bagi pelatihan, keluarga mendukung, sekolah dan yayasannya mendukung, teman-temannya mendukung, semua mendukung sehingga apa yang diimpi-impikan oleh Jonathan berupa medali emas olimpiade fisika bisa tercapai).

Seorang Wahid Supriadi Supriadi tidak mungkin membuat Festival Indonesia di Melbourne. Menurut apa yang saya dengan dari Wahid Supriadi, Konsul Jenderal Indonesia di Melbourne KJRI tidak punya dana promosi untuk menyelenggarakan festival Indonesia ini. Mereka harus memutar otak untuk mencari dana. Mereka melangkah,  KJRI mendirikan Lembaga Independen Festival Indonesia Inc. dengan modal nol! Mereka melangkah lagi, mengirim surat ke ratusan perusahaan/institusi potensial baik di Australia maupun di Indonesia untuk minta dukungan. Namun, responnya sangat menyedihkan. Apakah mereka menyerah? Tidak! Pak Wahid tekun melangkah,  membangkitkan semangat para penyelenggara, menyusun strategi, menghubungi semua kontak baik individu maupun lembaga-lembaga swasta dan pemerintah yang masuk dalam mailing list KJRI, dan menjual program-program FI. Tahu apa yang terjadi? Terjadilah Mestakung di mana-mana. 

Mahasiswa-mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Australia menyingsingkan lengan bajunya. Mereka bekerja bersama-sama, mengatur acara, mencari dana, mengundang orang-orang terkenal dari Indonesia untuk acara seminar, mengundang para penari untuk menunjukkan budaya Indonesia, dan sebagainya. Beberapa Pemda mulai menunjukkan komitmennya, para sponsor pelan-pelan mulai menghubungi panitia, dan juga kalangan pengusaha mulai mendaftarkan diri untuk ikut konferensi walaupun harus membayar. Bahkan dalam minggu-minggu terakhir beberapa sponsor utama datang dan menyatakan komitmennya untuk membantu festival tersebut. Ribuan orang datang ke Federal Court di Melbourne untuk menyaksikan Festival yang luar biasa ini. 

Selama dua hari festival budaya, makanan, dan perdagangan dihadiri sekitar 67 ribu orang, sementara business conference dihadiri sekitar 150 pengusaha, pejabat Pemda baik dari Indonesia maupun Australia. Luar biasa! Selesai acara, pemerintah kota Melbourne memberikan pujian dan meminta agar acara ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun di Melbourne. Pemerintah Melbourne bahkan berjanji akan mendukung termasuk pendanaannya. Luar biasa! Ketekunan membangkitkan mestakung yang membantu keluar dari kondisi kritis.

Apakah Mestakung Meniadakan Peran Tuhan?
Ada yang bertanya pada saya apakah dengan adanya Mestakung, tidak ada lagi peran Tuhan? Jika tidak ada peran Tuhan apakah Tuhan itu perlu ada?

Dalam konsep mestakung, kita mengenal Tuhan sebagai pencipta Mestakung. Tuhanlah yang menciptakan semesta  yang dapat mengatur diri ketika suatu sistem disekitarnya berada pada keadaan kritis,  untuk membantu sistem itu keluar dari kondisi kritis. Disini peran Tuhan sangat jelas. Tanpa Tuhan tidak akan ada mestakung. Tanpa Tuhan tidak pernah ada konsep pengaturan diri sendiri yang begitu indah.


EmoticonEmoticon