Informasi Pendidikan Indonesia

Cara Membuat Rencana Belajar Efektif

Tidak sedikit siswa yang merasa cukup frustasi atau kecewa dengan hasil nilai yang mereka raih. Padahal, segala potensi dan tenaga sudah dikerahkan namun mengapa hasilnya jauh dari yang diharapkan? Tentu, ada banyak hal yang perlu diketahui penyebabnya namun yang pasti, tidak merencanakan belajar dengan pola yang tepat kerap menjadi faktor utama. Benarkah?

Dalam segala hal, perencanaan yang matang adalah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Jika tidak, jangan berharap akan mendapat hasil yang maksimal. Gagal dalam membuat rencana maka sama dengan merencakan satu kegagalan. Satu pepatah yang sampai kini benar adanya dan sayangnya, tidak sedikit yang mengalaminya. Walaupun sudah dibantu bimbingan belajar, kadang masih juga gagal dalam mempersiapkan belajar. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Cara Membuat Rencana Belajar Efektif

Sebagai langkah awal adalah membagi waktu dalam satu hari dimana masing masing diberi satu jam yang nantinya akan terbentuk 24 blok. Adapun pembagian waktu ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan seperti setiap bloknya berkisar 30 menit misalnya. Nah, di setiap blok ini, masukkan kegiatan wajib yang tidak bisa ditinggalkan serta berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Dengan begitu, siswa bisa melihat jumlah waktu yang tersisa selama satu hari tersebut. Nah, waktu ‘luang’ itulah yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan di luar sekolah. Namun, tetap mengacu pada pembagian jadwal tersebut agar tidak saling tumpang tindih. Prioritaskan waktu sesuai dengan kadar kepentingan sehingga bukan tidak mungkin ada kegiatan lain yang bisa dipindahkan ke lain waktu.

Bagaimana dengan waktu untuk belajar? Perencanaan waktu belajar sangatlah penting karena menentukan keberhasilan siswa termasuk saat menghadapi ujian SBMPTN. Adalah sangat tidak disarankan menggunakan pola kebut semalam baik menjelang ujian semester maupun ujian lainnya karena hanya menghabiskan banyak tenaga dan hasilnya pun kurang bagus. Sebaiknya, pilihlah waktu saat siswa dalam keadaan ‘santai’ siaga dan memiliki rencana untuk belajar.Sebaiknya selain dengan guru yang disekolah, segera komunikasikan juga dengan guru di lembaga bimbingan belajar ataupun guru les privat supaya ada opini kedua dalam rekomendasi.

Mempelajari materi pembelajaran juga menjadi bagian dari rencana belajar yang baik. Karena dengan demikian, siswa sudah memahami terlebih dahulu apa yang nantinya akan dipelajari dan memungkinkan untuk memberi pertanyaan kepada guru. Dengan begitu, ingatan semakin meningkat dan saat mempersiapkan waktu untuk menghadapi ujian juga semakin mudah.

Tapi, bagaimana seandainya rencana belajar tidak berjalan dengan baik? Jika kondisi seperti ini terjadi, jangan ragu untuk segera merubahnya dengan mengacu pada kesalahan yang terjadi. Ingat, rencana belajar dibuat memiliki tujuan agar siswa mampu mengembangkan kebiasaan belajar yang baik. Selain itu, akan memberi peluang yang memudahkan nantinya apabila saat pengumuman kelulusan SBMPTN resmi dipublikasikan dan resmi menjadi seorang mahasiswa.

Apa saja manfaat jika merencanakan belajar yang efektif? Kabar baiknya, sangat banyak hal yang bisa dirasakan oleh siswa tersebut seperti bisa menghemat waktu misalnya. Jika belajar tidak mengikuti pola yang sudah ditentukan, bisa jadi waktu akan terbuang sia sia. Seakan akan masih memiliki banyak waktu namun kenyataannya sudah tidak banyak yang tersisa. Sementara, bahan yang akan dipelajari belum semuanya dipahami dengan baik.

Kemudian, manfaat lainnya adalah mencegah siswa keluar dari pola yang sudah ditetapkan. Dalam artian, waktu yang sudah dialokasikan menurut kebutuhan akan membuat siswa semakin dekat dengan tujuan. Termasuk, merencanakan pola belajar untuk bisa masuk ke salah satu fakultas favorit melalui jalur SBMPTN. Dengan begitu, godaan untuk mencoba hal yang lain akan lebih mudah diminimalisir dibandingkan belajar tanpa menggunakan perencanaan.

Meski begitu, yang perlu diingat dalam membuat rencana belajar adalah tidak sekedar membagi waktu untuk kegiatan akademis saja. Namun, seimbangkan dengan waktu istirahat, menonton TV, melakukan ibadah hingga bergaul dengan para sahabat. Yuk, dicoba!

0 komentar:

Post a Comment

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish

 

Recent Post

Indoamaterasu

Teknologi