Wednesday, February 3, 2016

Waktu Yang Tepat Mengenalkan Belajar Calistung Pada Anak

Tahukah Anda apa yang dimaksud belajar Calistung itu? Calistung merupakan kepanjangan dari Belajar Tulis Hitung yang artinya tahapan dasar orang bisa mengenal huruf dan angka. Banyak pakar menganggap penting calistung untuk mempermudah komunikasi dalam bentuk bahasa tulis dan angka. Umumnya belajar calistung ini banyak disampaikan di pendidikan formal, yaitu sekolah.

Belajar calistung dapat membantu anak berkomunasi dengan tulisan dan ilmu hitung. Namun ternyata ada waktu yang tepat mulai kapan calistung diterapkan pada anak. Anak berusia empat tahun ke bawah belum tepat untuk belajar calistung karena "fasilitas" otak belum sempurna. Jika dipaksakan, malah membuat orangtua emosi karena anak lamban dalam menangkap informasi.

Waktu Yang Tepat Mengenalkan Belajar Calistung Pada Anak

Anak di bawah usia empat tahun paling tepat diajari mengenali emosi dirinya. Melatih kontrol diri, kesabaran, kerja sama, empati dan karakter baik lainnya, lebih mudah dilatih dan tertanam kuat dalam otak anak dari pada kegiatan calistung. Kematangan emosi menjadi fondasi kuat untuk kesuksesan anak pada masa datang.

Usia empat tahun ke atas adalah waktu tepat bagi anak untuk belajar baca tulis hitung (calistung). Pakar neurosains dari Komunitas Neuronesia Amir Zuhdi mengatakan jika calistung diajarkan di bawah usia empat tahun akan mempengaruhi perkembangan otak anak.

Anak yang berusia nol sampai 13 tahun, harus diasuh pada pengasuhan emosi. Anak seusia tersebut telah mengenal berbagai jenis emosi seperti marah, sedih, cemas, gembira, dan cinta, kata Amir yang dikutip dari Antaranews.com.

Anak yang berotak sehat memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan hidup, cerdas dalam menentukan pilihan dan santun dalam berinteraksi sosial. Untuk menyehatkan otak anak, sebaiknya orangtua memberikan stimulasi rasional dan aktivitas fisik.

Pengasuhan anak hendaknya berbasis perkembangan otak karena otak anak berkembang bertahap. Pengasuhan yang baik menjadi stimulasi bagi perkembangan otak anak. Orangtua harus memahami cara dasar penanganan emosi yang muncul pada anak. Jika tidak, ketidakmampuan mengelola emosi akan mengganggu prestasi anak.


EmoticonEmoticon