Informasi Pendidikan Indonesia

Tuesday, March 29, 2016

8 Cara Menumbuhkan Rasa Empati Pada Anak

Sebagai bagian dari kecerdasan emosional seseorang, sikap empati perlu ditanamkan sejak usia dini. Empati diibaratkan sebagai satu perasaan yang mencoba berada pada posisi orang lain. orang tua perlu menciptakan kondisi pengasuhan yang tepat agar anak memiliki rasa empati.

Empati dimaksudkan bagaimana kita bisa memperkirakan keadaan psikis orang lain ketika mengalami hal-hal tertentu seperti yang mereka hadapi saat ini. Dengan berempati maka kita menjadi lebih memiliki perasaan yang halus, peka, dan peduli.


Ada empati ada pula simpati, empati berbeda dengan simpati. Sebelum ke tahap 8 cara menumbuhkan rasa empati pada anak, alangkah baiknya bila kita paham pengertian empati dan simpati.

Pengertian Empati
Pengertian empati adalah melakukan sesuatu kepada orang lain dengan menggunakan cara berpikir dari orang lain tersebut, yang menurut orang lain itu menyenangkan dan benar. Jadi dengan kata lain empati adalah kemampuan kita dalam merespon keinginan orang lain yang tidak terucap secara lisan. Kemampuan merespon seperti ini dapat meningkatkan kedalaman hubungan dengan orang lain.

Rasa empati juga merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam melakukan hubungan antar pribadi dengan coba memahami suatu permasalahan dari sudut pandang atau perasaan lawan bicara. Melalui empati, individu akan mampu mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai suatu permasalahan dan memahami orang lain akan mendorong antar individu dapat saling berbagi.

Pengertian Simpati
Pengertian simpati adalah melakukan sesuatu kepada orang lain dengan menggunakan cara yang menurut kita baik, yang menurut kita menyenangkan dan benar. Jadi dengan kata lain empati adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga seseorang tersebut mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan, serta diderita oleh orang lain.

Jika seseorang bersimpati maka perasaan memegang peranan yang sangat penting. Perasaan simpati akan terus berlangsung apabila terdapat pengertian pada kedua belah pihak. Simpati lebih banyak terlihat dalam hubungan persahabatan, hubungan bertetangga, atau hubungan pekerjaan. Biasanya seseorang merasa simpati kepada orang lain karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya.

Perbedaan Empati dan Simpati
Untuk membedakan kedua istilah ini maka kita akan melihat kembali dari sisi pengertiannya terlebih dahulu. Empati memiliki pengertian yaitu suatu perasaan iba yang muncul saat kita melihat seseorang dalam kesusahan dan langsung melakukan tindakan. Sedangkan simpati memiliki pengertian yang hampir sama dengan empati, hanya saja simpati tidak melakukan tindakan apa-apa.

Contoh Empati dan Simpati
Contoh empati adalah jika anda melihat seorang kakek berjalan di jalan raya kemudian kakek tersebut kesusahan untuk menyebrang jalan. Anda melihatnya dengan penuh kasihan, kemudian anda segera membantunya untuk menyebrang.

Contoh simpati adalah jika anda melihat seorang kakek berjalan di jalan raya kemudian kakek tersebut kesusahan untuk menyebrang jalan. Anda melihatnya dengan penuh kasihan, kemudian anda hanya iba tanpa membantunya.

Demikian sedikit penjelasan mengenai perbedaan sikap empati dengan simpati yang sangat penting anda pupuk sejak awal. Oleh karena itu saya hanya dapat berharap agar tulisan sederhana ini ada manfaat bagi pembaca yang baik hatinya.

8 MCara Menumbuhkan Sikap Empati Pada Anak

1. Membiasakan anak untuk mengucap kata-kata ajaib seperti terima kasih saat dibantu, maaf saat merasa bersalah, dan tolong saat minta bantuan
2. Memberikan contoh kepada anak untuk selalu menghormati orang lain tanpa memandang derajat, harta, dan pangkat
3. Mengajak anak ke panti asuhan, panti jompo, dan rumah singgah anak terlantar untuk menumbuhkan rasa empati terhadap sesama
4. Mengajak anak ke kebun binatang, kebun raya, dan berkemah ke tempat kita bisa lebih dekat dengan alam sehingga menumbuhkan peribadi peduli
5. Membacakan dongeng mengenai cerita ringan penuh pesan moral. Bisa juga dengan menyediakan buku anak bergambar untuk dibaca sendiri oleh anak
6. Mendengarkan baik-baik saat anak menceritakan apa masalah mereka. Lalu tanya dan refleksikan kembali padanya, seperti 'Kamu yakin merasa sangat sebal pada sahabatmu?
7. Membiarkan anak menyelesaikan konfliknya sendiri agar ia belajar
8. Membiasakan anak untuk berkata baik, sopan, dan optimis.

Membiasakan agar anak memiliki sikap empati perlu dilakukan sejak usia dini agar kelak saat anak-anak tumbuh dewasa, mereka lebih matang dalam bersikap, mampu berkomunikasi dan mampu bersosialisasi dengan baik. Kemampuan itu akan memudahkan seseorang dalam adaptasi dengan lingkungan, meraih kesuksesan dalam pekerjaan yang ditekuni dan tentunya mencapai kebahagiaan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : 8 Cara Menumbuhkan Rasa Empati Pada Anak

0 komentar:

Post a Comment